Bahaya Riba Dan Solusinya Kisah Singkat Yang Sangat Mengharukan

Bahaya Riba dan Solusinya
Bahaya Riba Dan Solusinya Kisah Singkat Yang Sangat Mengharukan

Setelah kita belajar bersama apa itu riba & ancaman-ancamannya di materi sebelumnya. Jika anda belum sempat memahaminya, anda bisa baca DISINI. Pada pembahasan sekarang kita lihat bersama bagaimana kejamnya bahaya riba yang menghancurkan kehidupan pelakunya di dunia.

Padahal siksa & adzab bagi pelau riba tidak cukup hanya di dunia melainkan juga di akhirat nanti. Berapa banyak orang yang bunuh diri hanya gara-gara terjerat hutang ribawi ? Berapa banyak pasangan suami istri yang hancur & pisah hanya karena hutang ribawi ?

Hampir tak terhitung jumlahnya para pelaku riba yang hidupnya di dunia menjadi sengsara dan binasa begitu saja tanpa makna yang menciptakan kebaikan untuk orang banyak.

Nah, biar lebih jelas lagi silahkan baca kisah para pelaku riba yang taubat berikut ini. Kisah-kisah berikut diambil dari tulisan Mas Saptuari Sugiharto .Beliau adalah seorang provokator anti riba yang dulunya telah merasakan betapa pahitnya hidup yang hartanya didapatkan dari sumber yang haram alias riba.

JUST FOCUS ON ALLAH! UTANG 3 MILYAR LUNAS DAN KEAJAIBAN TERUS BERDATANGAN..

Bahaya Riba Dan Solusinya Kisah Singkat Yang Sangat Mengharukan
Kisah Inspiratis Kejamnya Riba

Madinah waktu subuh..
Saya dan mas Munawar keluar dari hotel berdua menuju masjid Nabawi. Sampai persis di depan Hotel sebuah taksi pas juga berhenti di depan kami. Sesosok tinggi besar keluar dari taksi langsung menyapa mas Munawar dalam bahasa arab yang saya tidak mengerti, saya hanya menjawab salamnya lalu ikut menyalaminya.

“Mas Saptu, Saya antar beliau dulu ke kamar hotel ya, nanti ketemu di Nabawi..” kata Mas Munawar.

Usai sholat subuh kami bertemu di halaman masjid Nabi yang penuh manusia itu.

Mas Munawar melanjutkan,
“Tadi itu Sheikh Sholeh Al Rajhi mas, salah satu kerabat Sulaiman Al Rajhi, pemilik bank tanpa riba terbesar di Saudi. Beliau ada kerjasama dengan kami untuk bisnis umroh. Nah nanti siang kita diajak beliau bertemu dengan Shaikh Abdurahman Al Sudais, imam besar Masjidil Haram.. kebetulan Shaikh Sudais sedang ada tugas di Madinah… “

Saya langsung bengong….

***
Teringat 1 Juni 2016 lalu ketika saya mengisi satu sesi seminar “Pengusaha Tanpa Riba” di Jakarta, saya bertanya kepada para peserta seminar siapakah yang tidak punya utang di bank?
Hanya 1 orang yang angkat tangan! Wow!
Saya inget orangnya, yang ketika sesi istirahat mengenalkan diri dan memberi sebuah buku pada saya..

“Saya Rendy ReZha Mas, ini buku karya saya PPA (Pola Pertolongan Allah), kami punya training untuk orang-orang yang ingin merubah hidupnya, alumni kami sudah 9000 orang lebih di Indonesia..”

Itulah awal perkenalan saya dengan komunitas PPA ini, Rendy di usianya yang masih muda, 26 tahun menjadi inspirasi ribuan orang menemukan ujung pangkal masalah mereka dan bisa menghadirkan banyak solusi keajaiban penyelesaiannya..

“Just Focus On Allah..” hanya itu mas ilmunya, ketika Allah ridho maka masalah apapun akan beres!

Sejak itu buku “Pola Pertolongan Allah” ikut masuk daftar yang dijual di Jogist bookstore milik saya, laris dan diburu banyak orang karena tidak dijual di toko buku konvensional.

Bulan Oktober tahun lalu Rendy mengajak saya untuk bikin program umroh bareng Saptuari dan Rendy, Alhamdulillah ada 175 jamaah yang berangkat bulan April ini, selama umroh inilah saya mengenal mas Munawar dengan banyak cerita ajaibnya..

Ketika berangkat di bandara Soekarno Hatta, Rendy mengenalkan saya dengan mas Munawar..
“Beliau otak dibalik PPA Tour and Training mas, untuk perjalanan umroh dan fasilitasnya beliau ini jaringannya di Saudi banyak sekali..”

Ketika mau masuk pesawat mas Munawar berkata.
“Mas maaf saya di depan ya, gak tau nih tadi dapat bonusan dari Emirates, saya dikasih kursi di kelas bisnis. Padahal kalo upgrade bayar 40 juta/seat, ini gratis aja dikasih..”

Rejeki nomplok itu namanya, atau keberuntungan yang bisa diundang?

Di Madinah kami satu kamar, obrolan kami ngalor ngidul, dan saya menjadi pendengar yang baik untuk kisah hidupnya. Ternyata dia selama ini jadi silent reader di group facebook ini. Jadi saya lebih mudah membongkar jeroan ceritanya..

Saya inget ketika Rendy cerita bulan September 2015 sedang mengadakan training PPA di Pekalongan, ada orang yang menunggu acara dengan gontai di lobby hotel. Wajahnya suram dan penuh masalah.. ternyata dia itu orangnya!

Bagaimana ceritanya dia bisa merubah total hidupnya dalam 1,5 tahun ini??

“Saya terjebak utang riba 3 milyar mas, usaha batubara saya rugi besar, bangkrut meninggalkan banyak utang. Waktu itu saya belum tau hukumnya main terjang aja, yang haram pun saya sikat. Buyer saya di Singapura, kalo pas ketemu disana saya harus melayani dan menjamunya. Dari urusan makan sampai hiburan, dalam hati saya menolak maksiat ini, tapi bagaimana lagi.. ini seperti lingkaran yang ada di bisnis ini. Dan bener ketika ALLAH tidak ridho maka ALLAH jungkalkan bisnis saya. Pusing minta ampun.. produksi berhenti, dan saya tidak bisa membayar utang usaha itu..”
Cerita mas Munawar berlanjut di kamar

Terus?
“Setelah ikut training PPA saya baru sadar banyak sekali kesalahan saya dalam bisnis yang saya langgar. Pantas jika ALLAH habiskan semua. Sejak itu saya taubat minta ampun pada ALLAH dan berusaha keras membersihkan semua harta saya dari yang haram. Beraaaat, tapi saya harus lakukan, saya tidak mau masih ada harta haram yang nempel di badan saya, akhirnya saya rembukan dengan istri dan kami sepakat mengembalikan semua harta yang kami dapatkan dengan riba.. rugi gakpapa yang penting segera diri kami bersih di mata ALLAH. Rumah KPR kami kembalikan ke developer, dua mobil yang kami punyai pun kami kembalikan ke leasing, semua kartu kredit saya tutup tanpa ampun, saya harus bergerak cepat untuk melunasi utang saya lainnya. Sampai ada tawaran untuk kerjasama bisnis di Saudi, dengan uang yang tersisa saya niatkan waktu itu berangkat kesini..”

Mas Munawar menyelesaikan S1 dan S2 nya di Yordania, pantes bahasa arabnya
Cas cis cusss faseh! Jadi modal untuknya membuka jaringan di tanah Arabia..

Langsung mulus? Tidaaak…

“Saya mencari tiket pesawat murah menuju Saudi, transit di Colombo Srilangka. Malam hari menginap di hotel dekat bandara, uang modal usaha saya simpan di tas yang saya letakkan di samping tempat tidur. Pagi harinya saya kaget uang itu sudah raib dari tas, lemes sudah.. di negeri orang baru setengah perjalanan, uangpun hilang. Saya berusaha membaca pesan cinta dari ALLAH, kenapa ini terjadi. Baru saya sadar, kalo uang itu memang saya dapatkan dari jalan yang tidak sepenuhnya halal, jadi ALLAH seperti tidak mengijinkan uang itu masuk ke tanah suci, saya bisa lanjut terbang lagi dari Colombo ke Saudi hanya dengan modal yakin dan iman!”

Mmm… makin seru

“Sampai Saudi saya ke Mekah, sempatkan untuk umroh sambil menahan lapar. Ketika saya duduk di halaman luar Masjidil Haram ada penjual swawarma yang harum baunya, lapar makin terasa padahal uang gak punya.
Dalam kondisi seperti itu apa yang bisa saya andalkan selain ALLAH? Saya langsung minta begini… ya ALLAH Engkau tau pasti tau kalau hambamu ini lapar ya ALLAH, berilah hambamu ini makanan ya ALLAH..
Dan masya ALLAH mas, ketika saya beranjak berjalan beberapa langkah kaki saya menyandung tas kresek, saya buka… derrrr!! isinya swawarma yang masih anget gak tau dari mana datangnya.. sambil nangis-nangis saya makan dengan lahapnya..”

Masya ALLAH…

“Kisah berlanjut, saya bertemu orang Indonesia yang mengerti kesulitan saya saat itu, saya diajak ke Sekolah Republik Indonesia Mekah, dengan modal S2 saya ditawari untuk menjadi guru disana, dari SD hingga SMP. Tanpa banyak pertimbangan saya langsung menerima. Alhamdulillah tiap bulan saya dapat gaji dan saya bertemu dengan jaringan yang luas di Arab Saudi. Pintu-pintu kemudahan seperti ALLAH bukakan lewat jalan ini, sampai akhirnya saya mengundurkan diri dan ingin fokus di bisnis trading dan ekspor dari Indonesia. Saya namakan PT. BEJO (BEyond Java Overseas), biar rejekinya juga bejo (beruntung) terus..”

Hehe.. boleh boleh boleh!
Silahkan dibaca dengan intonasi Upin Ipin..

“Dan ALLAH kalau sudah menghadirkan rejeki itu banyak dari jalan yang tidak terduga! Pas pulang ke Indonesia di pesawat ada seorang ibu yang pulang umroh tidak mau duduk di kursinya karena takut sebelahan dengan orang yang posturnya tinggi besar. Saya menawarkan untuk bertukar kursi, sepanjang jalan saya ngobrol dengan orang itu, ternyata dia dari Maroko dan mau ke Indonesia mencari suplyer kertas, saya inget punya kawan yang punya pabrik kertas, langsung saya tawarkan untuk membeli kesana, saya jadi makelarnya. Sampai di Indonesia dia melihat barangnya dan dia setuju, gak tanggung-tanggung dia pesan 7 kontainer. Satu kontainer saya untung 30 juta, total saya dapat 210 juta mas dari ekspor kertas itu. Masya ALLAH.. perlahan saya bisa melunasi utang-utang saya, dan dari trading lainnya pun pesanan terus berdatangan.. Alhamdulillah”

Allahuakbar..
Terus pertemuan dengan Syaikh Sholeh Al Raji itu bagaimana?

“Beliau orang yang sangat sederhana, padahal dari keluarga kaya raya, seperti Sulaiman Al Rajhi yang mewakafkan sebagian besar hartanya. Kemarin pas kita ketemu kan dia naik taksi dari Mekah, gak pakai mobil pribadi. Nah pas negosiasi dulu saya sering ke kantornya, saya lihat ini kantor terlalu sederhana, handle pintunya rusak gak diperbaiki, temboknya pada nglotok catnya. Sampai satu ketika beliau sedang keluar kota, diam-diam saya manggil tukang dan saya minta perbaiki semuanya saya yang bayar. Ketika. Saikh Soleh datang hari berikutnya saya kaget ditelpon dengan suara keras diminta datang ke kantornya.. saya dah mikir bakal dimarahi nih karena lancang mengotak-atik kantornya. Sampai disana saya malah kaget tiba-tiba beliau memeluk dan bilang, ini bukan kantor saya, ini kantor kita! Dan sejak saat itu hubungan kami sangat dekat, dan deal dengan Al Rajhi invest 10.000 seat tiket pesawat untuk jamaah PPA Tour & Training. Sehingga seat tahun depan sudah ada ditangan dengan harga yang jauh lebih murah, PPA bisa menjual paket umroh yang lebih murah dibanding lainnya.. “

Masya ALLAH… gitu ya jalan mendekatkan hubungan bisnis, kadang dengan cara yang sederhana tapi kena di hati.

“Besok dari Mekah saya ke Jeddah dulu satu hari mas, MOU dengan klien lain yang juga ALLAH hadirkan. Dengan Al Rajhi juga MOU pembangunan lounge khusus jamaah umroh di bandara Soekarno Hatta, dan juga investasi untuk proyek rumah tanpa riba di Indonesia..” lanjut mas Munawar

Saya geleng-geleng kepala, takjub dengan skenario ALLAH. Ternyata janji ALLAH itu benar bagi orang-orang yang percaya. Ayat ini tak terbantahkan!

“Barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak..” [QS An Nisa:100]

***
Bertemu Syaikh Abdurahman Sudais…
Kami berlima mengikuti langkah kaki Syaikh Sholeh menuju depan pintu 26 masjid Nabawi, disana sudah ada mobil listrik yang menjemput kami dengan petugas yang tegap badannya seperti tentara.

Kami naik mobil listrik itu melintasi halaman Masjid Nabawi dari selatan ke utara, dilihat ribuan mata yang mungkin berpikir siapa orang-orang berkulit coklat yang dijemput seperti tamu negara. Kami dibawa ke gedung di utara persis Masjid Nabawi, lantai satu sudah ada beberapa penjaga di depannya, naik lantai 5 langsung bertemu penjaga dengan pakaian tentara. Ketat sekali..

Kami diminta menunggu di ruangan khusus, lalu ada protokoler masih muda-muda dengan pakaian arab yang menjelaskan tentang waktu pertemuan dengan Syaikh Sudais..

Lima menit kemudian kami diminta masuk ke ruangan yang lebih besar, dan langsung disambut dengan senyuman Shaikh Abdurahman Al Sudais..
“Ahlan Wa Sahlan” kata beliau dengan suara lembutnya..

Inilah imam besar Masjidil Haram.. Pimpinan para imam di dua masjid suci, Masjid Nabawi dan Masjidil Haram..
Hafal Al Quran di usia 12 tahun, dan sudah menjadi imam di Masjidil Haram di usia 24 tahun hingga saat ini beliau berusia 57 tahun..

Dulu waktu kecil bandel, sampai ibunya jengkel dan keluar doa “semoga engkau jadi imam Al Haram!” Alhamdulillah doa positif yang keluar dari mulut ibunya dan jadi kenyataan!

Wajahnya bersiiih dan bercahaya… selama ini saya hanya melihat di internet dan mendengar suaranya di aplikasi Quran di HP saja. Gemetar juga bisa menjabat tangannya dan mencium pipi beliau..

Selama 15 menit pertemuan itu Shaikh Sudais mengatakan sangat senang dengan jamaah Indonesia yang baik dan santun, serta mudah diatur. Beliau juga berkeinginan untuk datang lagi ke Indonesia secepatnya.

Ketika beliau mempersilahkan kami bertanya, Rendy di samping saya bertanya dengan air mata bercucuran, mas Munawar yang mengartikan dalam bahasa Arab.

“Hanya satu pertanyaan Shaikh, bagaimana caranya agar kami bisa bertemu ALLAH dan rasulnya..” kata Rendy.

Jawab Syaikh Sudais,
“Masya ALLAH, pelajarilah Islam dengan benar, belajarlah.. ikuti semua perintah ALLAH dan jauhi semua laranganNya, jika itu kita lakukan kelak kita akan dipertemukan dengan ALLAH dan Rasulnya..”

Singkat tapi makjleb mengena!

Pertemuan itu diakhiri dengan pemberian kenangan dari Shaikh Sudais, dan foto bersama. Melintasi Masjid Nabawi siang itu kami seperti dijamu oleh ALLAH dengan luarrrr biasa. Hanya ALLAH yang bisa mengatur pertemuan itu, dan kami yang beruntung mendapatkan kesempatan yang langka dari ratusan ribu jamaah di luar sana.

Sepanjang perjalanan Madinah-Mekah 430 kilometer saya banyak merenung. Betapa banyak kisah-kisah orang yang berhijrah dengan ribuan keajaiban yang ALLAH berikan.

Orang-orang itu seperti ALLAH hadirkan di depan saya, dan saya seperti mendapatkan tugas untuk terus bercerita dengan tulisan agar inspirasinya menyebar ke seluruh dunia..

Semoga ini jadi pahala kita bersama, menjadi saksi syiar perjalanan hijrah orang-orang hebat yang takhluk pada Tuhannya…

@Saptuari

INI KANTOR ASURANSI SAYA…

Bahaya Riba dan Solusinya
Kisah Inspiratif Yang Sangat Mengharukan

Saya bertemu kawan yang sudah selesai urusannya dengan utang riba. Usahanya sempat babak belur dihajar riba, musibah demi musibah terjadi dalam hidupnya. Ketenangan hatinya seperti dicabut oleh Allah, sampai hidayah datang dan dia memutuskan hijrah. Kisahnya menarik ketika dia bercerita begini..

“Mas, tanpa pertolongan Allah utang-utang saya gak akan bisa lunas.. sejak kejadian itu saya memilih total bergantung kepada Allah, pasrah bersandar kepada Yang Maha Kuasa! Dan ternyata bikin hati begitu tenang mas.. gak kemrungsung lagi kayak dulu…”

Gimana tuh?

“Belum lama Allah menitipkan kepada saya sebuah mobil baru mas, bunyi knalpotnya cash! cash! cash! Ilmu itu saya pakai lagi… TBA.. Total Bergantung ke Allah! Kalau orang punya mobil baru banyak yang langsung ikut asuransi, bayar uang 4-10 juta untuk mendapat jaminan penggantian jika terjadi sesuatu dengan mobilnya itu. Mereka sudah menempatkan diri sebagai orang yang akan kena musibah, dan akan diganti kerugiannya kapan saja. Setelah saya ikut kajian-kajian fiqh muamalah ternyata akad seperti itu tidak boleh karena mengandung unsur gharar, maisir dan riba..”
Lanjutnya..

Wuik! dengan adanya youtube dan facebook di zaman now ini memang ilmu dari para ustadz-ustadz itu bisa diakses kapan saja dalam genggaman.

Apa tadi?

“Gharar mas.. ketidakpastian, di akad itu saya membayar nilai pasti sekian juta untuk kejadian yang belum pasti.

Maisir.. judi! Saya seperti mengundi nasib.. kalau celaka tabrakan mereka ganti biaya perbaikannya, kalau hilang dicuri maka mereka ganti 80% dari harga mobil, kalau mobil saya aman, maka uangnya buat mereka!

Riba juga mas, saya setor 5 juta kok mereka bisa mengganti 80% harga mobil jika hilang, nah duitnya beranakpinak dari mana? Dari peserta asuransi lain? Dari uang seluruh peserta asuransi yang mereka puterin di bisnis lain yang gak jelas halal haramnya?

Sebagai seorang muslim, saya memilih untuk tidak ikut yang begituan mas. Babi dan khamar saya sanggup meninggalkan sejak kecil dulu, masak riba yang juga diharamkan malah saya nikmati..?”

Mmm.. gitu yah! Terus solusinya apa?

“Saya ikut asuransinya Allah saja.. total bergantung.. total pasrah.. uang senilai asuransi setahun saya serahkan kepada panti asuhan yatim dan duafa. Saya minta didoakan adik-adik disana agar mobil itu memberi manfaat untuk saya dan keluarga, saya ikut nangis ketika doa-doa itu terucap dari mulut mereka, merinding dan gemetar.. anehnya hati saya begitu tenaang…”

Masya Allah…

“Logika manusia saja mas..
saya diciptakan oleh… Allah!
rejeki saya datangnya dari.. Allah!
Saya bangkrut ditolong oleh.. Allah!
di jalan yang bisa menyelamatkan saya.. hanya Allah!
Yang memalingkan mata pencuri.. Allah!
Yang bisa menjauhkan dari bala.. Allah!
Yang menjaga saya 24 jam.. Allah!
Kalaupun saya mati kembali ke.. Allah!
Lalu kenapa saya harus bersandar kepada selain Allah?

Saya sudah melakukan ini sejak mobil pertama saya dua tahun lalu mas, alhamdulillah tidak pernah ada kejadian apapun menimpa mobil saya, tenang makainya kemana-mana, karena saya yakin Allah yang menjaganya..”
Pungkasnya

Saya ikutan merinding..
Inilah ilmu langit!

Ketika kepasrahan pada Tuhannya diwujudkan dengan cara nyata. Daripada berurusan dengan akad riba, lebih baik ikut total aturanNya..

Doa keselamatan dan keberkahan ditembuskan ke langit sana!
Lewat mulut-mulut mungil anak-anak yatim dan duafa..

@Saptuari

Jika menurut anda postingan ini bermanfaat silahkan bagikan sebanyak-banyaknya kepada kerabat saudara anda agar kita semua bisa jauh terhindar dari dosa riba, ancaman riba dan hal-hal buruk yang bersumber dari harta riba. aamiin.

KEMBALI KEHALAMAN BLOG BANGUNANESIA

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *