Pengertian Riba, Hukum, Ancaman dan Fenomena Riba Secara Mendalam

 

Pengertian Riba, Hukum, Ancaman dan Fenomena Riba Secara Mendalam
Pengertian Riba

Dalam menjalani hidup di dunia ini tentunya kita tidak bisa hidup dengan asal berjalan, karena segala sesuatu yang kita kerjakan ada norma-norma nya sendiri yang pelu kita ketahui kemudian kita terapkan agar kehidupan kita bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Begitupun dengan tema postingan kami kali ini yang akan membahas tentang Pengertian Riba, Hukum, Ancaman dan Fenomena secara detail dengan tujuan agar kita semua bisa terhindar dari riba itu sendiri yang sangat-sangat membahayakan untuk terciptanya hidup yang berkah atas izin Allah Swt.

Harapan kami setelah anda mengetahui pembahasan ini, anda bisa belajar lebih banyak mengenai riba itu sendiri, kemudia jangan lupa untuk terus berbuat baik dengan cara mengamalkan ilmu-ilmu yang sudah kita pelajari pada orang-orang yang belum mengerti.

Silahkan simak, pahami dengan sebaik mungkin informasi kali ini, karena pembahasan ini sangat berpengaruh penting sekali dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari. Berikut penjelasan yang sudah kami rangkum secara lengkap dan detail khusus untuk anda:

Pengertian Riba

Riba Secara Bahasa Artinya Adalah Az Ziyaadah (Bertambah)

Sedangkan Riba Menurut Istilah Fuqoha‘ (Ahli Fiqih) Artinya Adalah Tambahan Pada Sesuatu Yang Khusus

Pengertian Riba adalah pemberlakuan bunga atau penambahan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.

Secara etimologis, istilah riba berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna ziyadah atau tambahan. Dengan kata lain, arti riba adalah pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam meminjam.

Dalam agama Islam, Riba adalah praktik yang diharamkan. Bagi umat Islam, pemberlakuan bunga dengan persentase tertentu pada pinjaman Bank Konvensional atau lembaga keuangan lainnya dianggap sebagai praktik riba.

Contoh Sederhana Tentang Riba :

Si A meminjam uang 1 juta kepada si B & akan dibayar oleh si A 100rb/ bulan selama 10 bulan. Namun di bulan ke-10 setelah dihitung kembali ternyata total uang yang diberikan oleh si A kepada si B adalah 1,2 juta karena si B memberikan bunga kepada si A, maka uang lebih yang 200rb adalah RIBA. 

Sekarang anda sudah lebih mudah bukan dalam memahami makna dari Riba itu sendiri. Banyak sekali contoh-contoh riba yang sering kita temukan seperti dalam transaksi pinjam meminjam baik antar seseorang maupun bersama bank. Agar lebih dalam memahami tentang ruang lingkup riba, dibawah ini kami akan jelaskan hukum riba itu sendiri.

Hukum Riba

Hukum Dari Riba adalah HARAM baik itu menurut Al Quran, Hadits maupun Ijma’

Allah Ta’ala berfirman, ” وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا “

… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” [Al-Baqarah/2: 275]

Di ayat yang lain Allah juga berfirman, ” يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” [Al-Baqarah/2: 278]

Dan dalam hadits pun banyak sekali didapatkan hadits-hadits yang mengharamkan riba. Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ” لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ. وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ “

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba, yang memberi riba, penulisnya dan dua saksinya,” dan beliau bersabda, “mereka semua sama.

Pada intinya Hukum Riba tidak boleh di lakukan oleh seorang muslim dan muslimah, karena berbagai sumber sudah jelas memberikan ketegasan kepada kita bahwa HARAM menggunakan riba sebagai pelengkap untuk menjadi hidup yang berkah.

Macam-Macam Riba

1. Riba Fadhl

Yaitu riba yang terjadi pada barang yang sejenis karena adanya tambahan.

Contoh: Menukar emas 24 karat dengan emas 18 karat dengan salah satu dilebihkan dalam hal timbangan. Atau menukar uang Rp 10 ribu dengan pecahan seribu rupiah namun hanya 9 lembar

2. Riba Nasiah

Yaitu riba yang terjadi pada barang yang sejenis atau beda jenis namun masih dalam satu sebab (‘illah) dan terdapat tambahan dalam takaran atau timbangan dikarenakan waktu penyerahan yan tertunda.

Contoh: Membeli emas yaitu menukar uang dengan emas, namun uangnya tertunda,alias dibeli secara kredit atau utang

3. Riba Qordh

Yaitu riba dalam utang piutang dan disyaratkan adanya keuntungan atau timbal balik berupa pemanfaatan. Seperti berutang namun dipersyaratkan dengan pemanfaatan rumah dari orang yang berutang.

Contoh: Si B meminjamkan uang sebesar Rp 1 juta pada si A, lalu disyaratkan mengembalikan Rp 1,2 juta rupiah, atau disyaratkan selama peminjaman,rumah si A digunakan oleh si B (pemberi utang).Hal ini berlaku riba qordh karena para ulama sepakat,“Setiap hutang yang ditarik keuntungan,maka itu adalah riba”.

Ancaman Bagi Pelaku Riba

Pengertian Riba
Ancaman Bagi Pelaku Riba

1. DIBANGKITKAN DALAM KEADAAN GILA

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit GILA. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba ..” (QS. Al Baqarah : 275) 

 

2. ALLAH AKAN MENGHANCURKAN HARTA PELAKU RIBA

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al Baqarah : 276)

 

3. TERMASUK SALAH SATU DOSA YANG MEMBINASAKAN

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Apakah itu?” Beliau n menjawab, “Syirik kepada Allâh, sihir, membunuh jiwa yang Allâh haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. [HR. al-Bukhâri, no. 3456; Muslim, no. 2669]

 

4. SEPERTI BERZINA DENGAN IBU KANDUNG

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Riba Itu Ada 73 Pintu (Dosa). Yang Paling Ringan Adalah Semisal Dosa Seseorang Yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri. Sedangkan Riba Yang Paling Besar Adalah Apabila Seseorang Melanggar Kehormatan Saudaranya.” (HR. Al Hakim Dan Al Baihaqi Dalam Syu’abul Iman Syaikh Al Albani Mengatakan Bahwa Hadits Ini Shahih Dilihat Dari Jalur Lainnya)

 

5. MENDAPAT ANCAMAN MASUK NERAKA SELAMANYA

ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allâh. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [al-Baqarah :275]

 

6. DITANTANG PERANG DENGAN ALLAH & ROSUL-NYA

 فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 279)

…..

Itulah beberapa ancaman bagi mereka para pemakan harta riba,yakin setelah membaca ayat & hadits di atas masih mau ngeyel menggunakan riba dalam kehidupan anda???

Semoga tak hanya sekedar terlintas oleh lisan saja,namun juga merasuk ke dalam sanubari terdalam sehingga benar-benar membuat kita semakin takut dengan adzab yang akan diberikan oleh Allah & Rosul-Nya.

Jika menurut anda postingan ini bermanfaatm silahkan bagikan sebanyak-banyaknya kepada kerabat saudara anda agar kita semua bisa jauh terhindar dari dosa riba, ancaman riba dan hal-hal buruk yang bersumber dari harta riba. aamiin.

Masih membutuhkan penjelasan tentang pengertian riba, hukum, ancaman dan fenomenanya???? Silahkan Tonton Video dibawah ini :

 

KEMBALI KEHALAMAN BLOG BANGUNANESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *